Minggu, 21 Juni 2015

Jenis-Jenis Kelinci

Sebelum membahas cara merawat kelinci, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu jenis-jenis kelinci yang biasa di jadikan hewan peliharaan. Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus). Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain, Berikut gambar jenis-jenis kelinci beserta harganya :


Kelinci Anggora

pixshark.com
Kelinci Anggora merupakan salah satu jenis kelinci yang berasal dari Ankara, Turki. Kelinci ini dapat terkenal di seluruh dunia berkat jasa dari pelaut Inggris. Pelaut Inggris menemukan dan membawa kelinci ini ke Inggis dan selanjutnya kelinci ini juga diperkenalkan di Prancis pada tahun 1723. Kelinci anggora juga diperkenalkan di Jerman hingga tahun 1920, kelinci anggora mulai dikenal secara luas di dunia, khususnya Benua Eropa.
Kelinci anggora memiliki banyak sekali manfaat, khususnya bagain bulunya. Di negara Eropa, seperti Prancis, bulu kelinci ini dimanfaat menjadi wool. Hal ini sangat berbeda dengan di Indonesia. Di Indonesia, kelinci anggora dipelihara hanya sebatas sebagai hewan peliharaan saja.
Kelinci ini memiliki banyak sekali jenisnya, antara lain: German anggora, Satin anggora, French anggora, Chinese anggora, dan sebagainya. Untuk ciri-cirinya, kelinci ini memiliki bulu tebal dan lembut, ujung telinga dan kaki depannya ditumbuhi bulu halus, dan warna bulunya sangat bervariasi. Ada yang berwarna putih, coklat, abu-abu, hitam, dan sebagainya. Harga kelinci Anggora pada saat umur 1-3 bulan sekitar 50.000-250.000 rupiah. Sedangkan, diatas 3 bulan harganya sekitar 250.000-3.000.000 rupiah


Kelinci Lion

binatang.net
Kelinci Lion merupakan keturunan dari kelinci Anggora Inggris. namun, kelinci ini bisa dikatakan sangat menyimpang dengan induknya. Kelinci ini memiliki ciri-cir yang berbeda dengan induknya. Hanya sebagian saja yang masih diwarisi oleh kelinci Lion ini, yaitu bulunya panjang. Kelinci lion ini sangat mirip dengan singa yang bagian leher dan wajahnya ditumbuhi bulu panjang. Harga kelinci Lion pada saat umur 1-3 bulan sekitar 50.000-200.000 rupiah. Sedangkan, diatas 3 bulan harganya sekitar 150.000-700.000 rupiah.

Kelinci American Chinchilla

putrarabbitfarm.wordpress.com
Kelinci American Chinchilla atau disebut Chinchilla memiliki ukuran tubuh yang bervariasi. Ada yang memiliki ukuran tubuh kecil, besar, dan bahkan raksasa. Hal ini disebabkan oleh perkawinan silang dengan jenis kelinci lainnya. Misalnya saja kelinci Giant Chinchilla atau kelinci Chinchilla raksasa merupakan hasil dari perkawinan silang antara Standard Chinchilla dengan Flemish Giant. Harga kelinci ini pada saat umur 1-3 bulan sekitar 50.000-150.000 rupiah. Sedangkan, diatas 3 bulan harganya sekitar 150.000-700.000 rupiah.

Kelinci Dutch (Kelinci Belanda)

ceriwis.com
Kelinci Dutch adalah salah satu jenis kelinci yang berasal dari Belanda. Kelinci yang dikenal juga dengan sebutan kelinci Belanda ini memiliki bulu yang pendek dan bervariasi. Warna bulu yang dimiliki kelinci dutch ini antara lain: abu-abu, coklat, hitam putih, perpaduan atara warna-warna tersebut. Kelinci ini termasuk kelinci yang paling banyak peminatnya di Indonesia, baik para peternak maupun para pecinta hewan peliharaan. Para peternak memilih untuk mebudidayakan jenis kelinci ini karena kelinci ini mampu melahirkan sekitar 7-8 ekor. Harga kelinci Dutch pada saat umur 1-3 bulan sekitar 50.000-200.000 rupiah. Sedangkan, diatas 3 bulan harganya sekitar 200.000-2.000.000 rupiah.

Kelinci English Spot

chickensmoothie.com
Kelinci English Spot adalah salah satu jenis kelinci yang berasal dari Inggris dan mulai dibudidayakan pada abad 19. Kelinci yang dikenal juga sebagai English Rabbit ini merupakan hasil dari perkawinan silang antara English lop, silver, flamish giant, dutch, Patagonian, angora, dan Himalayan.
Kelinci ini memiliki warna dasar pada bulunya putih yang dihiasi dengan spot berwarna coklat, hitam, atau abu-abu. Kelinci ini memiliki spot bergaris coklat, hitam, atau abu-abu pada punggungnya. Pada bagian perut, terdapat bintik-bintik berwarna coklat, hitam, atau abu-abu. Bagian hidung, telinga, dan mata juga dihiasi spot yang berwarna hitam, coklat, atau abu-abu. Harga kelinci Dutch pada saat umur 1-3 bulan sekitar 50.000-250.000 rupiah. Sedangkan, diatas 3 bulan harganya sekitar 250.000-3.000.000 rupiah.

Kelinci Himalayan

permatakelinci.blogspot.com
Kelinci himalayan merupakan kelinci yang memiliki warna dasar putih dan dihiasi dengan warna lain di bagian hidung, ekor, telinga, dan kaki. Selain itu, kelinci himalayan ini memiliki mata yang berwara merah muda. Kelinci ini memiliki berat sekitar 2,5-4,5kg. Namun, akibat dari perkawinan silang yang dilakukan oleh para breeder, kelinci ini memiliki tubuh yang mini dengan berat 1kg. Kelinci ini akan sangat aktif pada malam hari dan tidur di siang hari. Harga kelinci Dutch pada saat umur 1-3 bulan sekitar 50.000-150.000 rupiah. Sedangkan, diatas 3 bulan harganya sekitar 150.000-700.000 rupiah.
Itulah jenis-jenis kelinci beserta harganya.

Data Biologis

Image result for anak kelinci

Bayi kelinci yang didalam kandang

  • Masa hidup: 5 - 10 tahun
  • Masa produksi: 1 - 3 tahun
  • Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 - 31 hari)
  • Masa penyapihan : 6-8 minggu
  • Umur dewasa: 4-10 bulan
  • Umur dikawinkan: 6-12 bulan
  • Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah anak disapih.[rujukan?]
  • Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting
  • Siklus berahi: Sekitar 2 minggu
  • Periode estrus : 11 - 15 hari
  • Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian)
  • Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin
  • Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 - 8)
  • Volume darah: 40 ml/kg berat badan
  • Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.[rujukan?]


KELINCI DI INDONESIA

Dari catatan sejarah, kelinci pertama kali dibawa ke tanah Jawa oleh orang-orang dari Belanda pada tahun 1835. Waktu itu, kelinci sudah jadi ternak hias. Di Indonesia, peternakan kelinci dibagi dua yaitu peternakan daging dan hias.

  1. Masa hidup: 5 - 10 tahun
  2. Masa produksi: 1 - 3 tahun
  3. Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 - 31 hari)
  4. Masa penyapihan : 6-8 minggu
  5. Umur dewasa: 4-10 bulan
  6. Umur dikawinkan: 6-12 bulan
  7. Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah Anak disapih.[rujukan?]
  8. Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting
  9. Siklus berahi: Sekitar 2 minggu
  10. Periode estrus : 11 - 15 hari
  11. Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian)
  12. Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin
  13. Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 - 8)
  14. Volume darah: 40 ml/kg berat badan
  15. Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.
Kelinci di Indonesia, khususnya pulau Jawa,banyak diternakkan secara komersial oleh para peternak kelinci di Lembang, dimana kelinci hias menjadi primadona para peternak. Sisa kelinci yang tidak termasuk kategori hias, akan mereka jual sebagai kelinci pedaging, dimana Lembang juga merupakan konsumen daging kelinci yang cukup besar dengan mengedepankan sate kelinci sebagai komoditas utama. Selain di Lembang, sate kelinci dapat pula dijumpai di daerah Sumedang dan Kabupaten Bogor.

Berikut 5 manfaat danging kelinci bagi tubuh :

1. Kaya Nutrisi Untuk Tubuh

Daging kelinci adalah daging yang memiliki kandungan lemak yang tak jenuh. Lemak tak jenuh adalah lemak yang baik untuk kesehatan tubuh. Selain terdapat didalam daging kelinci. lemak tak jenuh juga terdapat didalam manfaat ikan. Selain lemak tak jenuh, daging kelinci juga memiliki kandungan yang bermanfaat untuk tubuh seperti protein, kolestrol, dan natrium.

2. Mengoptimalkan Pertumbuhan Anak

Kandungan protein yang terkandung pada daging kelinci sangat membantu perkembangan anak. Pemerintah juga pernah menjadikan daging kelinci sebagai bagian dari program pemerintah yang nertujuan untuk memperbaiki gizi bagi seluruh masyarakat Indonesia, namun sayangnya program tersebut kini tidak terdengar lagi gaungnya. Daging kelinci sangat layak untuk dikonsumsi seperti halnya manfaat daging sapi,  manfaat daging ayam, atau manfaat daging kambing..

3. Menyehatkan Orang Lanjut Usia

Kandungan protein yang terdapat dalam daging kelinci sangat baik untuk menjaga kesehatan para lansia. Hal ini berguna untuk para lansia agar lebih sehat dan bugar, sehingga akan panjang umur. Selain mengkonsumsi daging, namun harus dibarengi dengan manfaat sayur-sayuran atau manfaat buah-buahan, agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap seimbang.

4. Menyembuhkan Penyakit Asma

Bagi penderita asma, penyakitnya ini tentunya sangat mengganggu aktivitas. Cara menyembuhkan penyakit asma secara berkala dan alami, dengan mengkonsumsi daging kelinci secara rutin. Hal ini terjadi karena adanya senyawa molekul yang dimiliki oleh hati kelinci yang bisa menghilangkan penyakit asma. Daging kelinci tersebut dapat dikonsumsi dengan cara direbus supaya kandungan gizinya tidak hilang.

5. Menjaga Kesuburan Wanita dan Vitalitas Laki-laki

Bagi perempuan juga bisa rutin untuk mengkonsumsi daging kelinci ini untuk menjaga kesuburan. Selain menjaga kesuburan, daging kelinci juga baik untuk menjaga vitalitas laki-laki. Adapun bagian otak kelinci yang dapat mempengaruhi kesehatan keduanya, sehingga energi yang di dalam daging kelinci bisa terserap lebih banyak berdasarkan jumlah protein yang dikonsumsi
Adapun manfaat lain dari mengkonsumsi daging kelinci yang belum banyak diketahui adalah sebagai berikut :

  1. Mengurangi risiko kolesterol dalam darah
  2. Meningkatkan jumlah natrium di dalam tubuh
  3. Dapat diolah menjadi makanan seperti  bakso, burgernugget, tongseng, bakso tahu, abon dan kerupuk kulit
  4. Pembuatan serat pakaian yang terbuat dari kulit dan bulu kelinci